Resmi jadi cawapres Jokowi, ini 5 fakta rekam jejak Ma'ruf Amin

Resmi jadi cawapres Jokowi, ini 5 fakta rekam jejak Ma'ruf Amin

Resmi jadi cawapres Jokowi, ini 5 fakta rekam jejak Ma'ruf Amin

www.contrabandamusic.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres tahun 2019. Maruf Amin dipilih sebagai cawapres yang akan mendampinginya, Kamis (9/8).

Keputusan Jokowi menggandeng Maruf Amin juga didukung oleh partai politik koalisinya, yaitu Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar, PKB, PPP, PDIP, Perindo, PSI dan PKPI. Semua ketua umum parpol koalisi yang mendukung Jokowi juga turut hadir dalam pengumuman tersebut.

Pilihan Jokowi tersebut mengakhiri banyaknya spekulasi yang berkembang selama ini tentang sosok menjadi cawapresnya. Sebelumnya, Jokowi sempat menyebut bahwa kandidat cawapres yang akan dipilihnya berinisal huruf M.

Resmi menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019, ini 5 fakta rekam jejak Maruf Amin yang dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (9/8).

1. Lahir dari keluarga religius.

foto: Instagram/@marufaminofficial

Pria kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini lahir dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Sejak kecil dirinya sudah disekolahkan oleh keluarganya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Setelah lulus pondok, ia meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, Jawa Barat.

 

2. Memulai karier sebagai anggota Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI).

foto: Instagram/@marufaminofficial

Dari ilmu yang didapatkannya, pria berumur 75 tahun ini mulai terjun ke dunia dakwah. Maruf mulai menjadi anggota Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI) DKI Jakarta. Tidak hanya itu, ia juga aktif di Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kariernya sebagai pendakwah pun terus berjalan hingga namanya mulai dikenal banyak orang.

 

3. Sempat menjadi anggota DPR/MPR RI.

foto: Instagram/@marufaminofficial

Dalam dunia perpolitikkan, Maruf Amin juga tidak kalah aktif. Dirinya sempat tercatat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan. Saat itu namanya mulai dikenal bersamaan dengan bergulirnya Era Reformasi pada tahun 1998.

Selain itu, dirinya juga sempat diminta untuk menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Melalui partai PKB, Maruf pernah menjadi anggota DPR/MPR RI. Namun karena panasnya dinamikan politik, akhirnya ia lebih memilih untuk berkonsentrasi di PBNU dan MUI.

 

4. Ditunjuk menjadi Dewan Pertimbangan Presiden era SBY.

foto: Instagram/@marufaminofficial

Selain menjalani aktivitasnya di NU dan MUI, Maruf Amin juga pernah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden selama periode tahun 2007-2009 dan 2010-2014. Saat itu Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI periode 2015-2020 ini diminta langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama.

 

5. Memperoleh gelar Doktor Kehormatan.

foto: liputan6.com

Pria yang kini juga menjabat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020 itu memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan anugerah Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) untuk bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.