Dari Labuan Bajo, jelajahi 5 destinasi cantik di kawasan Pulau Komodo

Dari Labuan Bajo, jelajahi 5 destinasi cantik di kawasan Pulau Komodo

Dari Labuan Bajo, jelajahi 5 destinasi cantik di kawasan Pulau Komodo

www.contrabandamusic.com - Dunia pariwisata Indonesia tengah berkembang pesat. Bukan cuma Bali yang dilirik wisatawan domestik maupun mancanegara, melainkan banyak destinasi dari ujung barat hingga timur Nusantara telah menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara. Upaya promosi pariwisata Tanah Air pun terus digenjot oleh pihak-pihak terkait yang digalang oleh Kementerian Pariwisata. Pada 2016 lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bahwa ada sepuluh destinasi yang menjadi prioritas pemerintah yakni Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Kesepuluh destinasi ini disebut 10 Bali Baru. Nah, membahas Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), eksotisme sekitarnya sudah nggak terbantahkan lagi, Sob. Terlebih wisata bawah lautnya mengajak pencinta olahraga bawah air untuk melihat betapa indah dan kayanya Indonesia bagian timur. Untuk menjelajahi Pulau Komodo dan sekitarnya, umumnya orang akan memulai perjalanan dari Labuan Bajo. Wilayah yang terletak di bibir pantai ini tak jauh dari Bandar Udara Internasional Komodo. Dermaga yang ada di Labuan Bajo pun dipenuhi kapal-kapal penumpang yang siap mengantar wisatawan ke titik-titik wisata di sekitar Labuan Bajo dan tentunya Pulau Komodo, yang terletak di sebelah barat Labuan Bajo. Nah, kira-kira kalau kamu main ke kawasan Pulau Komodo dan Labuan Bajo, kudu ke mana aja sih? Brilio.net punya rekomendasinya, nih. Yuk, simak ulasan lima destinasi wisata yang ada di sekitar Pulau Komodo dan Labuan Bajo sebagaimana disarikan dari berbagai sumber, Jumat (10/8). 1. Pulau Komodo.

foto: shutterstock.com

Pulau paling besar di Kepulauan Komodo atau Taman Nasinal Komodo ini sudah dikenal sebagai rumah hewan raksasa zaman purba, komodo. Data tahun 2009 menyebutkan bahwa jumlah komodo di pulau yang ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia ini sekitar 1.300 ekor. Selain itu juga ada rumah-rumah hunian masyarakat setempat. Di sini kamu bisa trekking menembus hutan dengan deretan pohon besar yang memberikan nuansa rindang sambil melihat lebih dekat komodo. Ada waktu unik yang bisa kamu manfaatkan dalam berkunjung ke sini, yakni bulan Juli-Agustus saat para komodo sedang musim kawin. Kalau beruntung, kamu bisa melihat mereka dalam masa kawin. Di Pulau Komodo juga sudah ada tower telekomunikasi sehingga kalau kamu pengen langsung update status media sosial ketemu komodo maupun berkomunikasi dengan teman-teman di seberang pulau, nggak perlu takut nggak ada sinyal internet. 2. Pantai Pink.

foto: shutterstock.com

Pantai pink ini masih menjadi satu dengan Pulau Komodo. Di sini kamu bisa menikmati semilir angin pantai sekaligus hamparan pasir berwarna pink di atas hammock atau di bawah tenda sambil menikmati bekal camilan atau makan siang. Kamu juga bisa berjemur, berenang, bahkan ikut snorkeling dan diving di sini. Banyak ikan, batu karang, dan biota laut cantik lainnya yang siap menyambutmu. Keunikan pantai pink yang terbentuk dari proses alami serpihan koral berwarna pink ini ternyata menjadi salah satu keistimewaan langka di dunia. Pantai pink di negara lain seperti di Santa Cruz Island, Filipina; Bonaire, Dutch Caribbean Island; Harbor Island, Bahamas; Sardinia, Italia; Balos Lagoon, Crete, Yunani, dan Bermuda. Kita patut berbangga dong, Indonesia juga punya. 3. Pulau Padar.

foto: shutterstock.com

Wah, kalau pulau satu ini pasti kamu sering lihat di Instagram. Ada spot foto ikonik di pulau yang besarnya menempati urutan ketiga setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca di kawasan Kepulauan Komodo ini. Spot foto ikonik tersebut ada di atas bukit dengan view langsung menatap panorama barisan bukit hijau, yang melekuk layaknya membentuk danau mengitari Laut Flores yang memadukan warna biru dan tosca. Bahkan spot ini juga jadi gambar di uang Rp 50.000 keluaran 2016 bersama Tari Legong dan Bunga Jepun dari Bali, lho. Meski butuh effort mendaki bukitnya yang punya kecuraman bervariasi selama kurang lebih 30 menit, sesampainya di puncak, kamu akan merasa keindahan Indonesia mana lagi yang mau dielakkan? 4. Wae Rebo.

foto: shutterstock.com

Setelah bercengkerama dengan alam kawasan Pulau Komodo dan Labuan Bajo, jangan lewatkan kesempatan bertemu penduduk di desa yang termasuk desa tertinggi di Indonesia, Wae Rebo. Ya, lokasi Wae Rebo yang masuk kawasan Manggarai, NTT ini memang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kebayang kan, kalau pagi diselimuti kabut tipis seakan desa ini ada di atas awan? Lalu jika sinar sang surya mulai menyapa, akan memaparkan hamparan hijau perbukitan yang mengelilingi rumah adat berbentuk tumpeng milik masyarakat Wae Rebo. Indahnya perfecto, Sob! Menuju lokasi ini butuh effort karena harus trekking selama 2-3 jam dengan medan yang sulit. Kamu juga butuh guide untuk mencapai desa yang hanya memiliki tujuh rumah saja ini. Namun sesampainya di sini, kamu akan semakin bersyukur mengenal keragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia timur. Di sini kamu bisa tahu lebih dekat bagaimana kehidupan masyarakat Wae Rebo yang tak sebanyak desa lain pada umumnya, dalam bertani, menenun, bahkan berkebun kopi. Kamu juga bisa menikmati hidangan kopi khas Flores yang melengkapi penjelajahanmu kali ini. 5. Kampung Melo.

foto: florestourism.com

Satu lagi kampung yang nggak boleh kamu lewatkan saat menjelajahi kawasan Pulau Komodo dan Labuan Bajo, yaitu Kampung Melo di Manggarai Barat. Perlu waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke desa adat ini dari Labuan Bajo menggunakan kendaraan bermotor. Pesona Kampung Melo ternyata sudah sampai ke telinga wisatawan mancanegara. Suasana alamnya yang hijau dan sejuk, membuat wisatawan betah berada di kampung dengan jumpah penduduk sekitar 1.800 orang ini. Di kampung yang terletak di ketinggian 624 mdpl tersebut, kamu bisa mengetahui kearifan lokal serta kehidupan suku asli Manggarai. Kamu bisa melihat Tarian Caci khas Manggarai yang biasanya ditampilkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME. Lantas melihat kehidupan masyarakatnya berkebun. Nah, gimana nih, Sob? Kamu udah siap menjelajahi destinasi wisata di kawasan Pulau Komodo dan Labuan Bajo tadi? Selain mempersiapkan itinerary, fisik yang prima, jangan lupa untuk selalu tampil fresh dan stylish selama mengeksplor tempat wisata di sini. Kamu nggak sabar wisata ke Pulau Komodo, Labuan Bajo, dan sekitarnya? Brilio.net punya bocoran wisata ke sana secara gratis, lho. Gimana caranya? Yuk, ikutan Nusantara Challenge dari GATSBY yang berhadiah liburan gratis ke Labuan Bajo! Kamu cukup posting foto gantengmu yang digabungin dengan gantengnya alam Indonesia plus produk GATSBY dalam satu foto ke Instagram pribadimu. Jangan lupa regram poster Nusantara Challenge di Instagram (foto bisa dibuat multiple post/image) dengan menyertakan hashtag #NusantaraChallenge2 #GenerasiGantengGATSBY dan tag ke Instagram @gatsbycode. Mention juga tiga orang temanmu dalam postingan tersebut. Dua orang pemenang utama akan mendapatkan masing-masing kamera mirrorless Sony A5000, liburan gratis ke Labuan Bajo bersama 2 Key Opinion Leaders (KOL) dan menjadi model media sosial GATSBY, lho! Sementara untuk kamu pemenang favorit sejumlah empat orang akan mendapatkan masing-masing voucher MAP Rp 200.000 dan paket produk GATSBY. Wah... menggiurkan banget kan, tawaran dari GATSBY? Makanya, yuk buruan ikutan sekarang juga! Follow Instagram @gatsbycode atau Facebook GATSBY untuk update Nusantara Challenge Batch 2 dan informasi menarik lainnya di sini.